Permainan rakyat paraga

Paraga adalah permainan tradisional Bugis-Makassar, Sulawesi Selatan, mirip sepak takraw menggunakan bola rotan anyaman tiga lapis yang dipantulkan kaki, kepala, tangan, bahkan sarung, dengan gerakan akrobatik berdiri, jongkok, atau berbaring.

Anyaman bambu

Anyaman bambu Makassar merupakan kerajinan tradisional suku Bugis-Makassar, Sulawesi Selatan, menggunakan bambu tali atau awi yang diiris tipis untuk hasil halus seperti walasuji (anyaman belah ketupat) dan bosara (wadah kue adat).

Tari Pakarena

Tari Pakarena merupakan tarian tradisional ikonik suku Makassar dari Sulawesi Selatan, ditarikan oleh 4-6 penari wanita menggunakan kipas sebagai properti utama, mengenakan baju bodo hitam-merah khas Gowa-Tallo.

Walasuji

Walasuji merupakan kerajinan anyaman bambu tradisional Bugis-Makassar, Sulawesi Selatan, berbentuk pagar belah ketupat atau sulapa eppa (empat sisi) yang melambangkan harmoni alam (api, air, tanah, angin).

Angngaru

Angngaru merupakan tradisi sakral suku Bugis-Makassar, Sulawesi Selatan, berupa ikrar sumpah setia yang diucapkan lantang sambil mengayunkan badik ke tubuh sendiri sebagai simbol pengabdian mutlak kepada raja atau pemimpin.

Mappetu Ada

Mappettu Ada merupakan tradisi lamaran adat suku Bugis-Makassar, Sulawesi Selatan, di mana keluarga pria secara resmi mengajukan pernikahan ke keluarga wanita melalui juru bicara (pabbicara) menggunakan bahasa Bugis kuno penuh filosofi.

Maccera ‘Tasi’

Maccera Tasi merupakan tradisi ritual syukur laut suku Bugis-Makassar di pesisir Sulawesi Selatan, khususnya Luwu dan sekitar Makassar, berupa sedekah laut dengan persembahan makanan, doa, dan pesta rakyat untuk limpahan hasil tangkapan ikan.