Masjid 99 Kubah dibangun sebagai simbol penguatan identitas keislaman sekaligus pengembangan kawasan pesisir Kota Makassar. Pembangunannya diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan diresmikan pada tahun 2022. Nama “99 Kubah” diambil dari 99 Asmaul Husna, yaitu nama-nama Allah yang mulia, yang menjadi filosofi utama dari desain masjid ini.

Masjid ini dirancang oleh Ridwan Kamil, seorang arsitek ternama Indonesia, yang dikenal dengan gaya desain modern namun tetap sarat makna filosofis. Dengan konsep tersebut, Masjid 99 Kubah diharapkan menjadi simbol harmoni antara nilai keislaman, budaya lokal, dan kemajuan zaman.

Sejarah dan Latar Belakang Pembangunan

Masjid 99 Kubah atau yang dikenal juga dengan nama Masjid Asmaul Husna merupakan salah satu ikon religi paling terkenal di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Masjid ini terletak di kawasan Center Point of Indonesia (CPI), tepat di tepi Pantai Losari, sehingga memiliki pemandangan laut yang indah dan suasana yang menenangkan. Keberadaan masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi destinasi wisata religi dan landmark arsitektur modern di Makassar.

Arsitektur dan Keunikan Desain

Daya tarik utama Masjid 99 Kubah terletak pada desain arsitekturnya yang unik dan berbeda dari masjid pada umumnya. Masjid ini memiliki 99 kubah berwarna-warni, dengan warna dominan merah, oranye, kuning, dan putih. Warna-warna tersebut melambangkan keberagaman, semangat, serta keindahan ciptaan Tuhan.

Setiap kubah memiliki ukuran yang berbeda, tersusun secara dinamis sehingga menciptakan kesan modern dan futuristik. Bentuk bangunan masjid yang tidak simetris justru menjadi ciri khas yang membuatnya tampak artistik dan ikonik.

Tampak depan Masjid 99 Kubah dari kawasan CPI Makassar

Lokasi Strategis dan Pemandangan Sekitar

Masjid 99 Kubah berada di lokasi yang sangat strategis, yaitu di kawasan reklamasi Center Point of Indonesia. Dari area masjid, pengunjung dapat menikmati pemandangan laut lepas, langit senja, dan angin sepoi-sepoi khas pesisir Makassar.

Saat sore hari, masjid ini sering menjadi tempat singgah masyarakat untuk beribadah sekaligus menikmati suasana matahari terbenam. Pada malam hari, pencahayaan lampu membuat kubah-kubah masjid terlihat semakin megah dan menawan.

Masjid 99 Kubah saat sore hari dengan latar laut

Fungsi Masjid bagi Masyarakat

Selain sebagai tempat ibadah, Masjid 99 Kubah juga berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial. Masjid ini sering digunakan untuk:

  • Salat berjamaah

  • Kegiatan pengajian dan kajian Islam

  • Acara keagamaan besar seperti peringatan hari besar Islam

  • Wisata religi dan edukasi arsitektur Islam modern

Masjid ini terbuka untuk umum, baik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan dari luar daerah.

Nilai Filosofis Masjid 99 Kubah

Konsep 99 kubah pada masjid ini tidak hanya sekadar estetika, tetapi memiliki makna mendalam. Setiap kubah melambangkan Asmaul Husna, yang mengajarkan umat Islam untuk mengenal dan meneladani sifat-sifat Allah dalam kehidupan sehari-hari. Desain yang terbuka dan menyatu dengan alam juga mencerminkan hubungan antara manusia, Tuhan, dan lingkungan.

Detail kubah berwarna-warni Masjid 99 Kubah